Ilustrasi: Kegiatan Catatan Tahunan Kasus Kekerasan Seksual terhadap Perempuan oleh Women Crisis Center (WCC) Mawar Balqis di Hotel Bentani Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, Rabu (20/12/2017).

CIREBON – Women Crisis Center (WCC) Mawar Balqis menyatakan Cirebon darurat kekerasan seksual.

Menurut Manajer Program WCC Mawar Balqis, Sa’adah, pernyataan itu mengacu pada banyaknya jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Cirebon.

“Itu tidak bisa dikesampingkan dari fakta, setidaknya dua tahun terakhir ini,” kata Sa’adah melalui keterangan tertulis yang diterima Tribun Jabar, Selasa (11/12/2018).

Ia mengatakan, sepanjang 2017 WCC Mawar Balqis menemukan 126 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Sementara pada 2018 hingga Oktober, pihaknya menemukan 70 kasus terhadap perempuan dan anak.

“Itu belum semua karena masih banyak korban yang tidak mau melapor atau mengungkapkannya,” ujar Sa’adah.

Menurut dia, kasus-kasus yang ditemukan itu didominasi kekerasan seksual, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), human trafficking, penelantaran, dan kekerasan terhadap anak.

“Kasus kekerasan seksual menempati peringkat pertama,” kata Sa’adah.

Ia mengatakan, pelaku kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak juga kebanyakan adalah orang terdekat korban.

Misalnya, suami, teman dekat, tetangga, sopir pribadi, bapak angkat, bapak tiri, bapak kandung, paman, kakek, dan lainnya.

“Selain itu juga orang relasi terdekat lainnya dengan korban,” ujar Sa’adah.

Sumber: tribunnews.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here