Ilustrasi

CIREBON – Aksi UN (45) yang memerkosa anak tirinya dikecam Women Crisis Center (WCC) Mawar Balqis Cirebon. Tindakan UN sudah membuat trauma korban yang masih duduk di bangku kelas lima sekolah dasar (SD) itu.

Herlina, aktivis Women Crisis Center Mawar Balqis Cirebon mengatakan, saat ini korban dalam kondisi trauma. “Kami dari awal mendampingi korban. Korban pun sudah menjalani visum awal di puskesmas,” terang Herlina, Jumat (20/5).

Hasil visum awal, korban mengalami luka pada kemaluannya serta mengalami trauma secara psikologi. Menurut Herlina, korban tidak banyak berbicara karena mengalami trauma berat.

“Tetapi bukti dari hasil visum itu sudah mewakili bahwa korban telah mengalami tindak asusila oleh ayah tirinya” ujar Herlina.

Masih dikatakan Herlina, korban hanya bisa berbicara kerabatnya. Data dari keluarga kemudian disampaikan ke Women Crisis Center Mawar Balqis Cirebon sebagai bahan advokasi.

Kejadian yang menimpa NR, sambung Herlina, sudah dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cirebon. Namun, kepolisian belum mendapatkan cukup bukti untuk menangkap pelaku.

Meski demikian, Herlina dan penyidik terus melakukan komunikasi. Sehingga penyidik PPA berencana kembali memanggil korban dengan didampingi aktivis Balqis Cirebon.

“Rencananya hari Rabu (28/5) korban dipanggil kembali. Tentunya akan kami dampingi karena korban masih trauma dan merasa takut melihat banyak orang,“ pungkas Herlina. (arn)

Sumber: radarcirebon.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here